Beranda

Monday, September 8, 2008

TIPS MENYIKAPI SUATU MASALAH


Forget The Troubles, Count The Blessings…
Semakin bertambah usia semakin kompleks peristiwa/kejadian yang menghampiri kita. Seperti halnya masuk kuliah, kerja, perubahan pola pertemanan dan terlebih lagi mencari pasangan hidup. Peristiwa/kejadian yang kita alami tidak selalu berjalan dengan mudah. Misalkan, orang tua yang cenderung ditaktor, tugas kuliah yang menggunung, keuangan yang seret , temen yang suka ngegosipin kita, adik yang suka mengganggu kita belajar dan masih banyak lagi. Masalah tersebut kadang datang dengan bertubi-tubi dan seakan-akan tidak memberikan kita kesempatan buat istirahat sejenak.


Begitu kejatuhan masalah, sering kali kita merasa jadi orang paling sial dan menderita sedunia. Padahal, yang bermasalah bukan cuma kita sendiri. Tengok saja saudara kita yang masih pengangguran, teman kita yang baru putus dengan pacarnya, sahabat kita yang nilai IPK-nya masih 1,00 dan masih banyak lagi. Kuncinya, jangan mendramatisir keadaan kita, karena tidak akan menyelesaikan masalah.


• Beda Harapan & Kenyataan
Saat berhadapan dengan masalah atau hal yang berjalan nggak sesuai rencana, kita cenderung panik dan nggak bisa berpikir jernih. Hasilnya, kita merasa tertekan, reaksi ini terjadi karena ada kesenjangan antara harapan, keinginan dan kenyataan yang kita miliki. Misalnya, ada mahasiswa yang mempunyai target IPK-nya minimal 3,50, sedangkan hingga semester terakhir IPS-nya masih 2,90. Dengan mempunyai target atau harapan itu sangat penting untuk memotivasi diri sendiri dalam mencapai targetnya tersebut. Namun ingat, target atau harapan harus disesuaikan dengan kemampuan, jadi harus realistis.


• Beda Karakter, Beda Cara
Cara orang menghadapi masalah tidak sama, tergantung pada karakter masing-masing orang. Karakter yang kita miliki ini dipengaruhi oleh pola asuh dan lingkungan kita sejak kecil. Jika sejak kecil kita terbiasa dilindungi orangtua dan kemauan kita selalu dituruti, maka besar kemungkinan kita akan tumbuh menjadi seseorang yang rapuh dan rentan. Dan sebaliknya, jika sejak kecil kita diajari selalu mandiri dan terbiasa memecahkan masalah sendiri, kita berkembnag menjadi orang yang lebih kuat dan ngga cengeng meski dalam keadaan tertekan. Nah, sekarang kita harus melatih diri untuk menyelesaikan masalah kita sendiri, jangan dibiarkan berlarut-larut atau melarikan diri. Ada baiknya untuk pertama-tama bertanya atau meminta masukan pada orang-orang terdekat, seperti sahabat, orangtua atau orang yang berpengalaman.
• Siap Introspeksi
Coba kita instrospeksi diri, kita harus mengenal diri sendiri dulu. Sempatkan diri dan luangkan waktu buat mengevaluasi dan merenungkan kenapa kita mudah panik ketika dosen memberi tugas tambahan atau mudah tersinggung dan menangis saat teman mengkritik kita. Padahal, kalau dipikir-pikir lagi, masalah itu sederhana. Jangan terjebak dalam rasa panik yang berlebihan, hal tersebut akan menghambat kita untuk berpikir jernih dan sulit menemukan solusinya.
• Tetap Semangat
Kalau sudah mengenal diri kita, maka sekarang waktunya untuk menyederhanakan pikiran kita. Perlahan-lahan, kurangi pikiran negatif saat menghadapi masalah. Satu cara yang manjur biar kita tetep happy saat berhadapan dengan masalah adalah menganggap kalau masalah memang sudah menjadi bagian dari hidup, yang justru memperkaya pengalaman kita. Kalau kita tidak pernah gagal, kita akan terus keenakan berada dizona nyaman dan tidak ingin berusaha lebih maksimal lagi.
Asal kita sudah bisa menerima masalah sebagai bumbu hidup, kita menjadi lebih santai. Jadikan masalah itu sebagai tantangan, bukan penghalang.
• Gitu Aja, Kok Repot!
Hidup kita ngga akan hancur, biarpun tugas setumpuk gunung, kerja bareng teman yang menyebalkan, tugas presentasi dihadapan puluhan orang, pacar tidak disetujui orang tua, tunangan selingkuh dan masih banyak lagi. Dalam kesulitan pasti ada kemudahan, setiap masalah pasti ada penyelesaian dan hikmahnya. Tipsnya:

• Tenang, jangan terbakar emosi ketika menghadapi masalah. Kita harus bisa mengendalikan diri. Usahakan kepala tetap dingin.

• Jangan sepenuhnya menyalahkan diri sendiri. Ada hal-hal yang bisa kendalikan, tetapi banyak hal juga yang tidak bisa kita kendalikan.

• Fokus pada penyelesaian masalah, jangan berkutat dengan saling menyalahkan dan emosional.

• Merencanakan beberapa alternatif solusi, sehingga bila tidak berhasil dengan yang satu masih ada solusi yang lain.

No comments:

Post a Comment

Untuk siapa saja yang mengunjungi blog ini silahkan beri komentar, kritik, atau saran demi perbaikan blog supaya lebih bagus hasilnya kedepan.
Terimakasih.

slideshow

Fotoku

Fotoku
lagi ikut lomba birdwatching

Islamic Web Category

Powered By Blogger