Beranda

Thursday, December 13, 2007

Menjelajah mencari software-software unik

Walaupun blog ini sengaja kubuat untuk "memajang" hasil tulisan-tulisanku tentang alam dan lingkungan namun disini akan kubuat fleksibel biar ga monoton isinya tentang itu2 aja gitu!hmm jika kamoe2 semuanya juga pada seneng menjelajah di internet nyari software-software gratis, ayo bareng2 menjelajah bareng aku download softwae2 gratis kesukaanmu. Coba klik deh link2 yang ada dibawah ni dijamin kamoe semuanya akan ngedapatin software2 menarik yang kamu suka dan gratis pula!!

http://www.sharewareconnection.com
http://www.fileratings.com
http://www.download.cyber-isp.net
http://www.giveawayoftheday.com
http://www.brothrersoft.com
http://www.bestfreewareblog.com

OK selamat menjelajah mencari software2 yang kamu inginkan!!!

^_^


Wednesday, December 12, 2007

All about Tulungagung



Aku dilahirkan di sebuah kota kecil yang indah di sebelah selatan Jawa Timur. Kota penghasil Marmer terbesar se-Indonesia itu memang mengesankan. Kekayaan alam yang banyak tersimpan di sana membuat kota ini sedikit makmur walupun kebanyakan banyak para warganya yang memilih untuk menjadi TKI di luar negeri. Selain itu kota yang terkenal akan "Homo Wajakkensis-nya" ini memiliki banyak tempat-tempat wisata menarik. Secara geografis kabupaten ini mempunyai banyak pantai yang berbatasan langsung dengan samudera hindia di sebelah selatan.





Peta Kabupaten Tulungagung

Jika anda ingin mendapatkan info mengenai tempat-tempat wisata maupun tempat yang menarik lainnya bisa anda buka di situs ini http://www.eastjava.com/tourism/tulungagung/index.html. Di dalam situs tersbut terdapat beberapa tempat-tempat wisata menarik yang ada di daerah Tulungagung seperti Pantai Sine, Pantai Popoh, Pantai Brumbun dll. Namun deskripsinya menggunakan bahasa Inggris, jadi ya anda harus benar-benar memahami makna kata-katanya dengan baik.^_^

Jika anda ingin mendapatkan informasi mengenai Kabupaten Tulungagung dalam bahasa Indonesia bisa anda lihat di situs wikipedia ini http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Tulungagung. Di dalamnya terdapat beragam informasi diantaranya mengenai pemerintahan kabupaten, sejarah kota Tulungagung, Etimologi, Budaya dll. Pokoknya dijamin komplit!

Jangan lupa menyimak situs pemerintah Kabupaten Tulungagung http://www.tulungagung.go.id/index.php. Isinya tak kalah menarik ketimbang situs yang lainnya dan lumayan lengkap data-datanya. Dibanding pada tahun yang dulu (waktuku masih SMA thn 2004-2006) situs pemerintah Kabupaten Tulungagung memang pernah tidak dikelola dengan baik. Namun sekarang salut buat Pemkab Tulungagung yang sudah menata websitenya/situsnya dengan baik. Dan saya berharap agar lebih di up-date secara kontinu masalah/kasus-kasus baru yang tengah berkembang di Tulungagung. Selain itu mungkin perlu sedikit ditambah mengenai informasi yang akurat dari tempat-tempat wisata menarik yang berada di Tulungagung, agar Tulungagung benar-benar menjadi kota pariwisata yang andalan dan termasyhur. Saya rasa 3 situs diatas sudah cukup mewakili bagi kamu-kamu yang butuh informasi mengenai Kabupaten Tulungagung. So Tetaplah BERSINAR TERANG kotaku tercinta, Kabupaten Tulungagung!!!!Aku bangga jadi orang Tulungagung!!

Iseng Jogging, eh malah birdwatching


Sekedar iseng-iseng lari pagi, eh ternyata aku menemukan sebuah tempat yang sangat menunjang n asyik pula untuk digunakan pengamatan burung di Kampus ITS. Minggu pagi itu aku mencoba menjelalahi daerah baru di ITS. Ketika melewati BPPT ITS rasa penasaranku muncul, sebenarnya kayak apa sih dalaemnya gedung BPPT ITS ini. Aku pun lalu memasuki gerbangya, eh ternyata pemandangan di kawasan itu keren banget lo. Disitu terdapat kolam teratai yang mekar bunganya sangat indah. Hamparan pohon pinus membuat mata terasa sejuk, serasa seperti di pegunungan. Habitat disana antara lain rawa-rawa, semak-ilalang, pepohonan sangat mendukung sekali untuk kehidupan burung-burung. Di tempat itu akupun melihat beragam jenis burung-burung. Niatnya cuma jogging eh nggak taunya malah pengen birdwatching. Walaupun aku pada saat itu tidak membawa binokuler dan buku field guide, tapi jenis-jenis burung yang kutemui kucatet aja lewat HP.(hehehe)Dan inilah list jenis burung yang kutemui waktu nyasar di BPPT ITS(:-P) :


  1. Walet Linchi
  2. Cucak Kutilang
  3. Gereja Eurasia
  4. Layang-layang batu
  5. Layang-layang api
  6. Bondol Haji
  7. Bondol Jawa
  8. Bondol Peking
  9. Cici merah
  10. Prenjak Jawa
  11. Kareo Padi
  12. Cipoh Kacat
  13. Cabai Jawa
  14. Pecuk Padi-kecil
  15. Kapinis Rumah
  16. Bentet Kelabu
  17. Kipasan belang
  18. Burung Madu Sriganti
  19. Tekukur biasa
  20. Uncal Kouran
  21. Dederuk Jawa
  22. Merbah Cerukcuk
  23. Blekok Sawah
  24. Kuntul Kecil
  25. Bambangan Kuning

Tuesday, December 4, 2007

Menanggapi UNFCCC (Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim)




Nusa Dua, Bali, 3-14 Desember 2007 sebanyak 189 negara berkumpul guna menyepakati pengaturan baru untuk mengatasi perubahan iklim pasca-Protokol Kyoto pada 2012. Dalam Protokol Kyoto disebutkan bahwa negara-negara industri wajib menurunkan emisi karbondiksida (CO2) mereka sebanyak 5 persen dibandingkan emisi tahun 1990 pada tahun 2012. Konvensi PBB ini, diharapkan mampu merintis sebuah komitmen baru yang bisa mengikat semua pihak, tanpa terkecuali.


Sebagai tuan rumah kita ingin menunjukkan pada dunia internasional bahwa pemerintah Indonesia memiliki perhatian dan gagasan untuk menyelamatkan kehidupan umat manusia dari pengaruh perubahan iklim global. Selain itu diperlukan suatu gerakan perubahan secara menyeluruh di tingkat nasional, kawasan dan internasional untuk membendung pemanasan global. Suatu perubahan akan menyelamatkan dunia dari pihak-pihak tertentu yang mencari keuntungan sementara tanpa mempedulikan ancaman bencana yang menghadang sebagai dampaknya. Semangat perubahan itu juga yang terus dilestarikan oleh institusi politik dan sosial Indonesia untuk menghadapi tantangan perubahan iklim Maka dari itu pemerintah harus berkerja keras mengupayakan sejumlah langkah nyata untuk melestarikan lingkungan karena adanya kesadaran bahwa sesungguhnya Indonesia mampu memberikan lebih banyak bagi kelestarian lingkungan







Monday, December 3, 2007

Menelusuri jejak-jejak ayam hutan di Gunung Budheg



Diriku sempet kagum ketika Gunung Budheg yang notabene termasuk kawasan yang tandus dan gersang ternyata masih menyimpan banyak keanekaragaman flora dan fauna yang endemik. Dulu aku sempat melihat beberapa ekor ayam hutan yang mungkin endemik di pegunungan Budheg. Namun kini pada beberapa hari yang lalu ketika aq melakukan pengamatan burung tgl 2 Desember ama anak2 Pencinta Alam Arismaduta SMABOY Tulungagung, jejak-jejak atau tanda-tanda kehidupan Ayam Hutan sudah tidak nampak lagi.


Padahal dua tahun yang lalu ayam hutan merah (gallus gallus) maupun ayam hutan hijau (gallus varius) masih banyak berkeliaran disana. Sangat ironis sekali memang melihat hal tersebut karena dari tahun ke tahun populasi keanekaragaman flora dan fauna di Pegunungan Budheg semakin turun. Ini mungkin akibat perburuan liar yang bisa saja terjadi disana. Ayam hutan bisa saja sengaja ditangkap kemudian diperjualbelikan secara ilegal. Belum lagi masyarakat di sekitar sana yang sengaja membuka lahan dengan cara membakar rerumputan atau alang-alang untuk digunakan bercocok tanam. Sehingga lama-kelamaan habitat asli ayam hutan semakin terdesak oleh kegiatan pertanian atau perkebunan masyarakat sekitar.


Sebenarnya ayam hutan adalah termasuk salah satu hewan yang dilindungi oleh undang-undang karena keberadaannya di alam bebas kian menyusut (masuk dalam daftar IUCN Red List). Maka dari itu kita harus turut melestarikan ayam hutan beserta habitatnya agar tidak punah di kemudian hari sehingga anak cucu kita pun tetap bisa melihat keberadaannya secara liar di alam bebas kelak.


Dulu kami anak-anak P.A Arismaduta SMAN 1 Boyolangu (2004-2005) pernah mengadakan pengamatan ayam hutan di sekitar daerah selatan dan barat Candi Dadi. Pada waktu itu aku kebetulan jadi tim survey lokasi tempat dimana kita akan melakukan pengamatan. Kebetulan pada waktu survey aku menjumpai seekor ayam hutan merah jantan dan betina sedang mencari makan di semak semak rerumputan. Melihat kehadiran kami ayam hutan itu langsung kabur terbang menghindar.




Setelah itu aku melangkahkan kakiku ke kawasan sebelah selatan candi dadi berharap menemukan ayam hutan lebih banyak lagi. Ternyata aku beruntung sekali pada saat itu, segerombol ayam hutan terlihat jelas ketika aku berada di lembah selatan candi dadi. Akupun mengendap-endap supaya ayam hutan itu tidak mengetahui gerak-gerikku dan tidak kabur. Pada saat itu klo nggak salah terdapat kurang lebih 20-30 ekor jumlahnya. Sungguh pemandangan yang langka sekali memang pada waktu itu, dan mungkin tidak semua orang seberuntung aku bisa melihat koloni ayam hutan sebanyak itu. Sore hari itu berakhir dengan manis ketika semburat cahaya senja merona kemerah-merahan mengangkasa di ufuk barat. Kenangan indah menemukan seekor burung yang kini sudah termasuk langka tak akan pernah aku lupakan seumur hidupku.

slideshow

Fotoku

Fotoku
lagi ikut lomba birdwatching

Islamic Web Category

Powered By Blogger