Beranda

Sunday, April 11, 2010

Sanseviera, Si Pengusir Polutan dan Pengurang Radiasi



Anda sedang pilah-pilih tanaman hias untuk mempercantik hunian? Jika begitu, tak ada salahnya Anda melirik Sansiviera. Tanaman ini punya sejumlah kelebihan yang membuatnya layak tampil di rumah Anda.

Di negeri kita, Sansiviera punya sebutan yang lumayan unik: lidah mertua. Masyarakat Malaysia pun punya sebutan yang tak kalah 'aneh' untuk tanaman ini: lidah jin. Sementara sebagian kalangan lebih suka menyebutnya tanaman ular. Memang, motif hijau lurik pada tanaman ini membuatnya tampak seperti kulit ular. Terserah Anda, mau pilih sebutan yang mana. Atau Anda bingung karena semuanya menyeramkan?

Sansiviera sendiri sejatinya berparas cantik, meski memiliki aura yang kaku dan keras. Karena itu, jika Anda hendak menanamnya di taman, sebaiknya disandingkan dengan tumbuhan beraura lembut.

Tanaman yang masih sekeluarga dengan kaktus ini telah sejak lama dibudidayakan orang. Selain parasnya yang cantik, tumbuhan ini juga mampu mengusir polutan. Jadi, jika Anda menginginkan kualitas udara di dalam dan sekitar rumah senantiasa terjaga, Sansiviera merupakan pilihan tepat. Anda bisa meletakkannya di sudut dapur atau kamar mandi untuk meredam aroma tak sedap dan hawa tak segar. Atau jika suatu kali Anda mengecat ruangan dan agak terganggu dengan aroma cat yang menyengat, letakkan saja Sansiviera di ruangan itu. Hanya dalam semalam, aroma cat akan hilang. Biasanya, setelah bekerja keras menyerap polutan, daun Sansiviera akan tampak berdebu atau kotor. Agar kembali cantik, Anda tinggal membersihkan permukaan daunnya dengan lap basah.

Selain mampu meredam polutan, Sansiviera konon bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. ''Nah, Sansiviera booming setelah dikabarkan dapat menyembuhkan penyakit,'' kata Zaelani (44) dari Smart Sansiviera -- sebuah usaha penjualan dan pembudidayaan Sansiviera -- yang ambil bagian dalam Trubus Expo 2008 di Parkir Timur Senayan, Jakarta, belum lama ini.

Sebagai tanaman hias, Sansiviera bisa ditanam secara berkelompok di taman, bisa juga tampil sebagai tanaman pot. Ia memiliki beragam jenis dan bentuk. ''Setidaknya ada 600 jenis Sansiviera,'' tutur Zaelani. Salah satunya yang sangat populer adalah Sansiviera trifasciata. Yang ini memang punya paras cantik. Tinggi, langsing, dan runcing, dengan kombinasi warna hijau dan kuning. Jenis lainnya adalah Sansiviera ballyi yang memiliki batang pendek dan tertutup oleh daun hijau gelap. Ada pula Sansiviera asli Indonesia, yakni Sansiviera javanica. Yang satu ini memiliki postur pendek, daun ramping dan warna mirip Sansiviera trifasciata. Bedanya, ujung daun dari Sansiviera javanica ini menggulung seperti lilitan ekor naga dengan panjang sekitar 20-40 cm dan lebar 2-3 cm. Di negeri kita, tanaman ini gampang ditemui di daerah Kepulauan Seribu.

Tahan banting
Sepadan dengan sosoknya yang keras, Sansiviera termasuk tumbuhan tahan banting. Ia tak akan merongrong waktu dan ketelatenan Anda untuk merawatnya agar tumbuh subur. Singkatnya, Sansiviera tak butuh perawatan rumit. Tak disiram beberapa hari pun tetap segar. Maklumlah, sebagai keluarga tanaman sukulen (kaktus), tanaman ini memang tidak boleh diguyur banyak air.

Untuk mendapatkan warna yang cerah, sebaiknya tempatkan Sansiviera di tempat yang cukup terkena sinar matahari. Mungkinkah menempatkannya di dalam ruangan? Tentu saja. Bahkan, Sansiviera termasuk tanaman hias yang kerap ditampilkan sebagai penghias interior. Cukup keluarkan seminggu sekali agar mendapatkan pancaran sinar mentari. Lalu, masukkan kembali tanaman yang berkembang biak melalui umbi lapis ini ke dalam ruangan.

Tertarik untuk menanamnya? Tidak sulit kok. Seperti dikatakan Zaelani, sebaiknya jangan menanam Sansiviera hanya dengan media tanah. Campurkan juga media lain yakni pasir bakar. ''Ini akan lebih menjaga dari gangguan hama dibanding jika menggunakan tanah saja,'' kata pria berusia 44 tahun ini. Ada pula yang menambahkan sedikit kompos pada campuran tanah dan pasir itu. Perbandingannya adalah dua bagian tanah, dua bagian pasir, dan satu bagian kompos.

Pupuk alami seperti kompos sangat disarankan untuk Sansiviera. Bagaimana dengan pupuk kimia? Beberapa orang yang pernah menggunakan pupuk kimia untuk tanaman ini justru mengaku kecewa karena akar tanaman menjadi busuk dan daunnya lepas.

Dalam buku Tanaman Hias Tampil Prima disebutkan, pemupukan sebaiknya dilakukan sebulan sekali. Anda juga perlu melakukan pengepotan ulang dan penggantian media tanam setahun sekali. Soal penyakit, jamur adalah penyakit yang paling kerap menyerang Sansiviera. Dan sayangnya, belum ada obat yang manjur untuk membasmi penyakit ini. Satu-satunya jalan untuk mengatasinya adalah memotong daun yang sudah terserang jamur. Biar tuntas, potong daun itu sampai ke akar.

Tidak sulit bukan merawat Sansiviera? Karena itu, jangan ragu untuk segera memiliki dan menikmati kecantikannya. Jika beruntung, Anda juga bisa mencium aroma wangi bunga Sansiviera yang hanya muncul di malam hari dan cuma sebentar. Jadi, tunggu apa lagi. 

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=327087&kat_id=340

PLH Siklus ITS Juara 1 Lomba Kreasi Tong Sampah

Alhamdulillah!!bener-bener gak nyangka banget..awalnya kami hanya sekedar pengen ikutan memeriahkan acara lomba kreasi Tong Sampah Mapala Monsilva Universitas Widya Kartika. Membuat tong sampahnya saja kami lakukan 4 hari sebelum kegiatan lomba berlangsung. Awalnya aku bingung konsep ide tong sampahnya kayak gimana. Namun akhirnya...cling!lampu menyala diatas kepalaku.hehe..

Sebuah galon bekas yang berukuran mini yang tidak terpakai di kosku mungkin dapat digunakan untuk kreasi tong sampah. Aku lalu mencari-cari barang di gudang Siklus. Akhirnya ide baru muncul lagi setelah aku mendapatkan sebuah corong bekas yang usang dan agak sedikit pecah. Kemudian secara tidak sengaja lagi aku menemukan barang bekas lainnya yang tidak terpakai yaitu wadah plastik bekas roll kabel. Barang-barang itu lalu aku sulap menjadi tong sampah dengan sedikit modifikasi dan dekorasi dari sedotan & tutup kaleng. Dan Abrakadabra!!! Cling!!.....jadilah tong sampah mini sederhana yang cantik.Sayang fotonya belum ku uplod di blog ini.

Pada waktu penjurian kami kaget ternyata tong sampah kamilah yang berhasil menjuarai lomba itu. Pada waktu itu salah satu juri sempat ngomong kalo yang juara adalah tong sampah yang benar-benar unik, memanfaatkan berbagai barang bekas yang tak terpakai serta ukurannya tidak juga besar. Dan alhamdulillah akhirnya nama kamilah yang terpanggil. Kami akhirnya mendapat hadiah trofi dan uang tunai. Lumayannn!! :)

Gua Terbesar di Dunia Terletak di Vietnam

Eksplorasi Gua Son Doong

Entrance Gua Son Doong

Sungai di dalam Gua Son Doong

Ornamen-Ornamen Goa Son Doong Vietnam

“Penduduk takut mendekati goa itu, apalagi masuk di dalamnya. Karena dari dalam goa muncul suara-suara aneh, seperti siulan yang membuat bulu kuduk merinding”

Kepercayaan pada hal-hal gaib terkadang menjadi penghalang penemuan besar yang telah ada di depan mata. Itulah yang terjadi pada masyarakat sekitar Phong Nha Ke Bang National Park, Provinsi Quang Binh, Vietnam.

Mereka tidak berani menjejakkan kaki ke Goa Son Doong karena dari sana kerap terdengar suara-suara aneh. Penduduk mengganggap goa itu angker. Mereka tak sadar kalau Son Doong Cave menyimpan suatu yang berharga bagi ilmu pengetahuan.

Sampai akhirnya tahun lalu, sekelompok ilmuwan Inggris mengungkap "harta terpendam" Vientam. Para peneliti mendatangi Son Doong Cave>> klik untuk mengetahuinya untuk observasi. Betapa terkejutnya mereka, ternyata goa itu maha luas. Goa ini ternyata lima kali lebih luas dari goa terbesar di Vietnam, Phong Nha, bahkan setelah diukur, luasnya jauh lebih besar dari goa terbesar di dunia, Deer di Malaysia.

Wowww!! Panjang ruang terbesar di Son Doong mencapai 5 km, tinggi 200 meter dan leba5 150 meter. Dengan pengukuran ini, maka otomatis Son Dong merupakan gua terbesar di dunia, mengalahkan Deer Cave, yang sebelumnya memegang rekor goa terbesar di dunia. Panjang Deer Cave hanya 2 km, tinggi 100 meter dan lebar 90 meter.

Sebenarnya para ilmuwan Inggris ini bukanlah yang pertama menemukan goa raksasa itu. Adalah penduduk setempat yakni, Hồ-Khanh yang menemukannya pada 1991. Dia telah memberi tahu soal penemuan itu, tapi tidak ada yang berani datang ke sana karena siulan-siulan aneh yang muncul dari dalam.

Tapi tim peneliti Inggris dari British Cave Research Association itu, berhasil menguak suara-suara aneh yang selama ini ditakuti penduduk. Menurut mereka siulan aneh itu berasal dari angin juga sungai bawah tanah yang airnya sangat deras sehingga menggemakan suara-suara aneh itu.

Son Doong Cave persisnya terletak di Phong Nha-Ke Bang National Park, Bo Trach Kabupaten, Provinsi Quang Binh, Vietnam. Lokasinya dekat perbatasan Laos-Vietnam. Untuk mencapai goa, menurut Limbrit Howard, pemimpin ekspedisi itu, sangat sulit.

Dari HCM City Highway, mereka harus berjalan selama enam jam, lalu melewati hutan kira-kira 8-10km. Survei di dalam goa ini belum sepenuhnya selesai, karena bisa jadi panjangnya lebih dari 5 km seperti yang diukur sementara ini. Ada bagian yang belum berhasil ditembus tim peneliti ini. Jadi mereka akan kembali untuk melengkapi survey.

Setelah penemuan spektakuler itu, tim ekspedisi Inggris ini, mulai meneliti sekitar pegunungan barat provinsi Quang Binh, ternyata hasilnya luar biasa. Dalam satu bulan eksedisi merea, ditemukan 20 goa lagi dengan demikian di Phong Nha –Ke Bang National Park, terdapat 150 goa.Hasil yang luar biasa dan ini sudah dilaporkan pada pemerintah setempat.

slideshow

Fotoku

Fotoku
lagi ikut lomba birdwatching

Islamic Web Category

Powered By Blogger