Beranda

Wednesday, December 12, 2007

Iseng Jogging, eh malah birdwatching


Sekedar iseng-iseng lari pagi, eh ternyata aku menemukan sebuah tempat yang sangat menunjang n asyik pula untuk digunakan pengamatan burung di Kampus ITS. Minggu pagi itu aku mencoba menjelalahi daerah baru di ITS. Ketika melewati BPPT ITS rasa penasaranku muncul, sebenarnya kayak apa sih dalaemnya gedung BPPT ITS ini. Aku pun lalu memasuki gerbangya, eh ternyata pemandangan di kawasan itu keren banget lo. Disitu terdapat kolam teratai yang mekar bunganya sangat indah. Hamparan pohon pinus membuat mata terasa sejuk, serasa seperti di pegunungan. Habitat disana antara lain rawa-rawa, semak-ilalang, pepohonan sangat mendukung sekali untuk kehidupan burung-burung. Di tempat itu akupun melihat beragam jenis burung-burung. Niatnya cuma jogging eh nggak taunya malah pengen birdwatching. Walaupun aku pada saat itu tidak membawa binokuler dan buku field guide, tapi jenis-jenis burung yang kutemui kucatet aja lewat HP.(hehehe)Dan inilah list jenis burung yang kutemui waktu nyasar di BPPT ITS(:-P) :


  1. Walet Linchi
  2. Cucak Kutilang
  3. Gereja Eurasia
  4. Layang-layang batu
  5. Layang-layang api
  6. Bondol Haji
  7. Bondol Jawa
  8. Bondol Peking
  9. Cici merah
  10. Prenjak Jawa
  11. Kareo Padi
  12. Cipoh Kacat
  13. Cabai Jawa
  14. Pecuk Padi-kecil
  15. Kapinis Rumah
  16. Bentet Kelabu
  17. Kipasan belang
  18. Burung Madu Sriganti
  19. Tekukur biasa
  20. Uncal Kouran
  21. Dederuk Jawa
  22. Merbah Cerukcuk
  23. Blekok Sawah
  24. Kuntul Kecil
  25. Bambangan Kuning

Tuesday, December 4, 2007

Menanggapi UNFCCC (Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim)




Nusa Dua, Bali, 3-14 Desember 2007 sebanyak 189 negara berkumpul guna menyepakati pengaturan baru untuk mengatasi perubahan iklim pasca-Protokol Kyoto pada 2012. Dalam Protokol Kyoto disebutkan bahwa negara-negara industri wajib menurunkan emisi karbondiksida (CO2) mereka sebanyak 5 persen dibandingkan emisi tahun 1990 pada tahun 2012. Konvensi PBB ini, diharapkan mampu merintis sebuah komitmen baru yang bisa mengikat semua pihak, tanpa terkecuali.


Sebagai tuan rumah kita ingin menunjukkan pada dunia internasional bahwa pemerintah Indonesia memiliki perhatian dan gagasan untuk menyelamatkan kehidupan umat manusia dari pengaruh perubahan iklim global. Selain itu diperlukan suatu gerakan perubahan secara menyeluruh di tingkat nasional, kawasan dan internasional untuk membendung pemanasan global. Suatu perubahan akan menyelamatkan dunia dari pihak-pihak tertentu yang mencari keuntungan sementara tanpa mempedulikan ancaman bencana yang menghadang sebagai dampaknya. Semangat perubahan itu juga yang terus dilestarikan oleh institusi politik dan sosial Indonesia untuk menghadapi tantangan perubahan iklim Maka dari itu pemerintah harus berkerja keras mengupayakan sejumlah langkah nyata untuk melestarikan lingkungan karena adanya kesadaran bahwa sesungguhnya Indonesia mampu memberikan lebih banyak bagi kelestarian lingkungan







Monday, December 3, 2007

Menelusuri jejak-jejak ayam hutan di Gunung Budheg



Diriku sempet kagum ketika Gunung Budheg yang notabene termasuk kawasan yang tandus dan gersang ternyata masih menyimpan banyak keanekaragaman flora dan fauna yang endemik. Dulu aku sempat melihat beberapa ekor ayam hutan yang mungkin endemik di pegunungan Budheg. Namun kini pada beberapa hari yang lalu ketika aq melakukan pengamatan burung tgl 2 Desember ama anak2 Pencinta Alam Arismaduta SMABOY Tulungagung, jejak-jejak atau tanda-tanda kehidupan Ayam Hutan sudah tidak nampak lagi.


Padahal dua tahun yang lalu ayam hutan merah (gallus gallus) maupun ayam hutan hijau (gallus varius) masih banyak berkeliaran disana. Sangat ironis sekali memang melihat hal tersebut karena dari tahun ke tahun populasi keanekaragaman flora dan fauna di Pegunungan Budheg semakin turun. Ini mungkin akibat perburuan liar yang bisa saja terjadi disana. Ayam hutan bisa saja sengaja ditangkap kemudian diperjualbelikan secara ilegal. Belum lagi masyarakat di sekitar sana yang sengaja membuka lahan dengan cara membakar rerumputan atau alang-alang untuk digunakan bercocok tanam. Sehingga lama-kelamaan habitat asli ayam hutan semakin terdesak oleh kegiatan pertanian atau perkebunan masyarakat sekitar.


Sebenarnya ayam hutan adalah termasuk salah satu hewan yang dilindungi oleh undang-undang karena keberadaannya di alam bebas kian menyusut (masuk dalam daftar IUCN Red List). Maka dari itu kita harus turut melestarikan ayam hutan beserta habitatnya agar tidak punah di kemudian hari sehingga anak cucu kita pun tetap bisa melihat keberadaannya secara liar di alam bebas kelak.


Dulu kami anak-anak P.A Arismaduta SMAN 1 Boyolangu (2004-2005) pernah mengadakan pengamatan ayam hutan di sekitar daerah selatan dan barat Candi Dadi. Pada waktu itu aku kebetulan jadi tim survey lokasi tempat dimana kita akan melakukan pengamatan. Kebetulan pada waktu survey aku menjumpai seekor ayam hutan merah jantan dan betina sedang mencari makan di semak semak rerumputan. Melihat kehadiran kami ayam hutan itu langsung kabur terbang menghindar.




Setelah itu aku melangkahkan kakiku ke kawasan sebelah selatan candi dadi berharap menemukan ayam hutan lebih banyak lagi. Ternyata aku beruntung sekali pada saat itu, segerombol ayam hutan terlihat jelas ketika aku berada di lembah selatan candi dadi. Akupun mengendap-endap supaya ayam hutan itu tidak mengetahui gerak-gerikku dan tidak kabur. Pada saat itu klo nggak salah terdapat kurang lebih 20-30 ekor jumlahnya. Sungguh pemandangan yang langka sekali memang pada waktu itu, dan mungkin tidak semua orang seberuntung aku bisa melihat koloni ayam hutan sebanyak itu. Sore hari itu berakhir dengan manis ketika semburat cahaya senja merona kemerah-merahan mengangkasa di ufuk barat. Kenangan indah menemukan seekor burung yang kini sudah termasuk langka tak akan pernah aku lupakan seumur hidupku.

Saturday, November 10, 2007

profil burung "Kemolekan Si Raja Udang"


Raja-udang adalah nama umum bagi sejenis burung pemakan ikan dari suku Alcedinidae. (Sementara penulis, dengan mengikuti taksonomi baru yang dirintis Sibley-Ahlquist di tahun 1990an, memecah suku ini menjadi tiga suku: Alcedinidae, Halcyonidae, dan Cerylidae).
Di seluruh dunia, terdapat kurang lebih 90 spesies burung raja-udang. Pusat keragamannya adalah di daerah tropis di Afrika, Asia dan Australasia.


Raja-udang merupakan burung yang berukuran kecil hingga sedang. Semua anggotanya berkepala besar; memiliki paruh yang besar pula, panjang dan runcing, nampak kurang seimbang dengan ukuran tubuhnya yang relatif kecil. Kaki pendek, begitu juga lehernya. Tiga jari yang menghadap ke muka, saling melekat sebagian di pangkalnya.
Banyak dari para anggotanya yang memiliki warna cerah, terutama biru berkilau dan coklat kemerahan, di samping warna putih. Pola warna sangat beragam.

Kebiasaan
Sebagian jenis raja-udang hidup tak jauh dari air, baik kolam, danau, maupun sungai. Sebagian jenis lagi hidup di pedalaman hutan.
Raja-udang perairan memburu ikan, kodok dan serangga. Bertengger diam-diam di ranting kering atau di bawah lindungan dedaunan dekat air, burung ini dapat tiba-tiba menukik dan menyelam ke air untuk memburu mangsanya. Raja-udang dikaruniai kemampuan untuk mengira-ngira posisi tepat mangsanya di dalam air, melalui bentuk lensa matanya yang mirip telur.
Raja-udang hutan kerap berdiam di kegelapan ranting pohon di bawah tajuk. Ia memburu aneka reptil, kodok dan serangga yang nampak di atas tanah atau di semak-semak. Mangsa dibunuh dengan memukul-mukulkannya ke batang pohon atau ke batu, baru dimakan.
Beberapa spesies, misalnya dari marga Alcedo, kerap terlihat terbang cepat dekat permukaan air dalam lintasan lurus, sambil mengeluarkan suara berderik nyaring. Beberapa jenis yang lebih besar kerap mengeluarkan suara yang keras dan kasar seperti pekikan.
Bersarang dalam lubang di tanah, tebing sungai, batang pohon atau sarang rayap. Telur antara 2-5 butir, biasanya keputih-putihan dan hampir bundar.
Ragam Jenis
Di Indonesia terdapat sekitar 45 spesies raja-udang, yakni separuh dari kekayaan jenis dunia. Lebih dari setengahnya, 26 spesies, hidup terbatas di bagian timur Indonesia: Nusa Tenggara, Maluku dan Papua (Andrew, 1992).
Beberapa jenis yang umum didapati di Indonesia, di antaranya:
Raja-udang Sungai (Alcedo atthis)
Raja-udang Punggung-merah (Ceyx rufidorsa)
Pekaka Emas (Pelargopsis capensis)
Cekakak Batu (Lacedo pulchella)
Cekakak Belukar (Halcyon smyrnensis)
Cekakak Jawa (Halcyon cyanoventris)
Cekakak Sungai (Todirhamphus chloris)
Cekakak Suci (Todirhamphus sanctus)
Cekakak-pita Biasa (Tanysiptera galatea)

Ayo bantu perempuan Indonesia dalam gerakan menanam 10juta pohon


Sempet baca-baca di sebuah koran online bahwa pada tanggal 1 Desember 2007 rencananya akan diadakan kegiatan penanaman 10 juta pohon dalam upaya perempuan Indonesia untuk memberikan andilnya Istri Menteri Pelopori Penghijauan nih simak beritanya.(dicuplik dari bangka post)

edisi: Sabtu, 03 November 2007
Persda Network/M Ismunadi
TANAM 10 JUTA POHON - Ny Murniati Widodo AS (tengah), didampingi Ny Linda Agum Gumelar (paling kanan) dan Ny Rossi Anton Apriyantono, menjelaskan gerakan tanam 10 Juta Pohon dalam konferensi pers yang digelar di kediaman Menteri ESDM di Widya Chandra, Jakarta, Jumat (2/11).
SEJUMLAH organisasi perempuan Indonesia menggagas gerakan “Tanam dan Pelihara 10 Juta Pohon” untuk menyelamatkan dan memperbaiki lingkungan Indonesia yang mengalami kerusakan.

Koordinator sekaligus Ketua Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKI) Ny Murniati Widodo AS mengatakan, penanaman 10 juta pohon akan dilakukan serentak di seluruh pelosok Indonesia pada 1 Desember mendatang. Di antaranya diperlopori para istri menteri Kabinet Indonesia Bersatu.

“Kegiatan ini tidak dipungut biaya. Sedangkan bibit tanaman akan diberikan Departemen Kehutanan melalui dinas kehutanan di daerah masing-masing,” ungkap Murniati dalam jumpa pers di kediaman Menteri ESDM di Widya Chandra, Jakarta, Jumat (2/11).

Murniati menyebutkan, gerakan tanam dan pelihara 10 juta pohon merupakan rangkaian acara dari konferensi “Kearifan Lokal Perempuan Indonesia Dalam Perubahan Iklim Global” yang akan digelar di Hotel Borobudur pada 26-28 November 2007. Gerakan tanam pohon merupakan puncak dari konferensi yang bakal dibuka langsung oleh Ibu Ani Yudhoyono.

Mengapa harus perempuan? Murniati menjelaskan, perempuan memiliki naluriah untuk memelihara. “Kalau tidak berhasil bisa diganti dengan yang lain. Dan kalau pun mati, maka tetap harus ditulis dalam formulir itu agar kita bisa mendapat data yang valid,” tegas Murniati yang mengatakan ada 26 jenis tanaman yang bakal ditanam.

Erna Witoelar mengatakan, hasil kegiatan tanam dan pelihara 10 juta pohon akan menjadi bahan presentasi Ibu Ani Yudhoyono dalam site even bertepatan dengan konferensi internasional tentang perubahan iklim global di Bali yang rencananya diselenggarakan pada Desember mendatang. Erna menyebutkan pertemuan itu akan dihadiri para tokoh perempuan dunia, pemenang nobel dari Kenya, Menteri KLH dan sejumlah tokoh penting lainnya.

Ketua Umum KOWANI Linda Agum Gumelar menambahkan, kegiatan yang terselenggara berkat kerja sama tujuh organisasi perempuan terbesar di Indonesai serta sejumlah LSM perempuan dan Panitia Hari Ibu Ke-79 ini, menunjukkan bagaimana perempuan memberikan solusi lingkungan baik melalui kearifan lokal maupun aksi tanam dan pelihara.


Hebat!!!Salut buat para wanita Indonesia terutama buat Koordinator sekaligus Ketua Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKI) Ny Murniati Widodo AS. Semoga ntar sukses caranya!!Makanya kaum lelaki setidaknya mencontoh upaya mulia kaum hawa tersebut, jangan bisanya cuman menebangi pohon aja seenaknya. Kebanyakan siapa lagi klo yang merusak dan menebangi pohon, melakukan illegal logging kalo bukan kaum lelaki. Apa nggak malu sama kaum perempuan!! Maka dari itu kita sebagai kaum pria jangan cuma bisa merusak tetapi kita harus benar-benar peduli terhadap kelestarian lingkungan yang ada!! Ayo semua kaum pria turut dukung dan sukseskan gerakan menanam 10 juta pohon tersebut!!!mari kita hijaukan bumi kita tercinta!!!

slideshow

Fotoku

Fotoku
lagi ikut lomba birdwatching

Islamic Web Category

Powered By Blogger